Andreas' posts with tag: netherlands

|  | This festival is awesome and considered one of the biggest festival in Europe and also held annually. Art, campaign, music, food are blended together. There were African singers, dutch artists, moldavian band, Spanish band and even Arabic singers on the day I went to. Yes, there are different flavors on the stage from reggae, rap, pop, etc or even traditional music (see the Indian dancers on the photo below), I also happened to see exciting performance from Moldavian Band, Dutch performers, Afrikaans singer, Spanish band and many more on a single day
Regarding art, most of them seemingly come from Africa but the food is quite varied since I was able to choose from Dutch food (kroket, frikadel, frits), Indonesian food (nasi en bakmi ), Thai food, Sate specialty shop, Thai food or even Ethiopian food.
At last, I do enjoy it. Thanks to Lukas and Anne for organizing this couchsurfing gathering and thanks to my new friends I met there
References : - festivalmundial.nl |
The video was taken in Festival Mundial Tilburg (Netherlands)2008 A group from Indian performing traditional dance
PS : the sound quality is a bit low perhaps since I was too close to the loudspeaker but I do enjoy their performance Import.flv (9.0 MB)

|  | Seru!!! Hari itu KBRI mendadak penuh dengan sekitar 200 mahasiswa Stuned yang tersebar di Belanda. Inilah ajang kumpul-kumpul lagi setelah acara briefing tahun lalu. Tidak sia-sia datang dengan kereta dan disambung dengan trem hingga sampai di Kedubes
Suasana hari itu persis seperti di Indonesia dengan segala celoteh khas Indo, makanan siang dari Kedubes yang khas seperti sayur lodeh dan ayam goreng, canda dari teman-teman yang sudah lama tidak dijumpai serta acara foto bersama.
Dubes bapak Fanny Habibie memberi sambutan yang cukup lama tapi terasa menghibur dan sempat beberapa kali membuat peserta terpingkal-pingkal, ah jadi ingat kata-kata dia tentang pulang ke Indo (go to mmmmmhm !!!) Ibu Monique yang kembali dijumpai, orang-orang Neso yang datang, ah suasananya mengingatkan acara di Erasmus Huis setahun lalu.
Makan siang mungkin adalah acara yang paling ditunggu, tentunya menu Indonesia, ah sayur lodeh, sudah lama tidak mencicipi masakan ini. Akhirnya siang itu kami tidak perlu memasak makanan karena biasanya mahasiswa rajin memasak makanan.
Setelah acara sesi foto yang sempat bingung karena banyaknya mahasiswa, penampilan dari ISS, diskusi yang salah satunya memakai ruang gamelan (lihat di foto), acara ditutup dan banyak yang langsung melanjutkan ke Pasar Malam Tong Tong.
Catatan : Beberapa peserta Stuned Day ada yang membajak Trem 17 sehingga membuat bingung penumpang asli Belanda karena trem langsung dipenuhi anak-anak Indo. Seorang teman bercerita adanya orang belanda yang bingung dan bertanya-tanya karena adanya "pembajakan" tersebut dan ternyata saat pulang, "pembajakan" juga berlangsung kembali.
|

|  | Inilah pasar malam terbesar di Belanda yang sering disebut Tong Tong yang menyediakan dari pisang goreng seharga 14 ribu, gulai kambing, nasi rames, rokok kretek, krontjong, indorock, bir nasional indonesia hingga mmm guling :-P. Setidaknya itulah yang kami (lihat fotonya disini) santap untuk makan malam.
Selepas acara Stuned di Kedubes, kunjungan ke pasar malam yang terletak di samping Den Haag Centraal Station dengan tiket mahasiswa seharga 9,5 euro ternyata menyenangkan (meski kami tidak bisa dua kali korting karena sudah dapat korting sebagai mahasiswa :-P ) Demi menuntaskan kelaparan, akhirnya perut dikenyangkan dengan kambing guling, gulai, rendang, bakwan, es teler, sate, pisang goreng dan sate padang. Maaf kalau makannya terasa kalap.
Selesai urusan perut , barulah acara santai dimulai hingga tercetus acara sesi foto kolonial hingga ada yang menjadi nyai, meneer londo, selingkuhan dan mmm anak hilang. Panggung utama malam itu menawarkan acara krontjong yang bikin tersenyum seperti lagu nina bobok-nya yang bisa dinikmati dengan bir nasional indonesia alias bir bintang...meskipun ada juga softdrink dan bir asli eropa :-)
Referensi : - Pasar Malam Besar, web resmi, http://www.pasarmalambesar.nl/ - Pasar Malam Web, http://pasarmalam.nl/index.shtml - http://en.wikipedia.org/wiki/Pasar_Malam_Besar - http://nl.wikipedia.org/wiki/Pasar_Malam_Besar
|

|  | These kids are too cute too be true, could you help me to choose the best outfit, the best expression and the cutest kid? Since I do have a problem to choose the cutest one here as well as the best outfit and expression
It was taken in Maastricht, Netherlands, last February, during annual carnival there. I also managed to put several photos in one frame so far, the best expression ,for me,is the pink kid, but the best outfit is the girl with pink wig, but what's your opinion? please vote (different choice is possible) 1. The best outfit 2. The best expression 3. The cutest one
References : Carnival in Netherlands, http://en.wikipedia.org/wiki/Carnival Maastricht, http://en.wikipedia.org/wiki/Maastricht |
Pergi pulang balik Belanda – Indonesia – Belanda sempat membuat gegar budaya skala kecil yang tak terduga. Dari toilet paper sampai roti isi, dari mengemudi di kanan hingga jalur sepeda. Bahkan fast food juga membuat saya sedikit kaget. Pertama kali tiba di Jakarta, rasanya tidak terbayang kalau ada sedikit gegar budaya yang sedikit aneh, saya sempat bingung mencari toilet paper yang tiap hari saya gunakan di Belanda namun ternyata jarang sekali ada di toilet di Indonesia, termasuk di rumah sendiri. Untunglah akhirnya terbiasa dengan cara asli ala Indonesia. Satu hari saya makan fast food untuk pertama kalinya lagi di Indonesia, McDonalds, yang selalu jadi tumpuan harapan saya di Eropa karena harganya jauh lebih murah dari resto lainnya, maklum hanya dengan 5,5 euro saya bisa makan Big Mac, salad, dan minuman, saat itu saya hampir saja berbahasa Inggris kepada kasir. Entah karena masalah beban pikiran yang begitu menumpuk atau karena masalah disorientasi. Di hari lain, di jaringan fast food lain, saya nyaris saja membersihkan nampan saya, membuang sampahnya dan meletakkannya di tumpukan nampan bersih. Waduh, gagap budaya lagi, maklum di sini semua harus membersihkan sendiri. Waktu saya belanja di pasar swalayan, saya juga nyaris memasukkan belanjaan saya ke kantong plastik, hingga akhirnya sadar ada petugas khusus yang memasukkan belanjaan ke kantong plastik saya. Saya baru sadar, Eropa sebagai asal muasal roti ternyata tidak sekreatif orang Indonesia. Beberapa hari setelah tiba, saya mendadak kangen roti Bread Talk, Bread Story atau Holland Bakery, maklum di Jakarta saya sampai bisa makan 3 roti sekaligus waktu pulang kemarin. Disini tidak ada roti isi daging, coklat, pisang, keju de el el. Yang ada hanya roti biasa yang kita buat sendiri. Jadi siapa bilang orang Indonesia tidak kreatif dalam hal makanan. Gegar makanan juga berlanjut saat makan di resto wok, satu resto masakan china di Tilburg. Saya sudah memesan 4 mangkuk sambal (ukurannya kecil sekali, isinya sambal oelek), untuk saya dan 2 orang teman. Saat memesan lagi, sang pelayan berseru dengan ekspresi penuh terkejut,” Meer????” (lagiiiii?), ooops si pelayan tidak tahu saya tergila-gila sambal dan suka masakan menado yang pedasnya mungkin terasa mengerikan dengan cabai rawitnya. Setiba pertama kali tiba di Schipol, rasanya kaget melihat cuaca yang cerah dengan matahari yang bersinar dengan hangatnya, tapi juga terkejut melihat seorang anak kecil berkawat gigi eksterior, waduuuh ngeri melihat kawat gigi yang ditunjang bagian eksterior di lehernya, apa karena biaya dokter gigi yang sangat sangat sangat mahal di Belanda? Di Indonesia, rasanya sudah tidak ada lagi yang memakai kawat gigi ini, entah karena tidak tren atau mungkin karena biaya dokter gigi yang lebih murah. Ini juga mengingatkan saya akan keterkejutan saya melihat teman-teman yang memakai HP Nokia Communicator, memang benar kata orang, di Eropa saya tidak pernah melihat orang memakai HP Communicator. Bahkan para professional di Big Four, dan para pengacara hanya memakai HP yang terlihat sederhana. Yang canggih hanyalah black berry yang mereka pakai, itupun karena biasanya diwajibkan oleh kantor mereka. Sekeluar dari Schipol, selain sedikit disorientasi dimana saya harus mengemudikan sepeda, di kiri atau di kanan, saya sempat menyangka jalur sepeda yang dicat merah adalah jalur buswaeee. Halaaaah, kok jadi bingung ya? PS : cerita diatas bukan iklan merek tertentu, cuma kebetulan. Tulisan ini juga dibuat untuk melihat sisi positif dari kepulangan saya ke Indo yang tidak disangka-sangka yang dapat juga mengingatkan saya akan sisi positif itu.
This video would portray my habitat in Tilburg. It would take you to Tilburg and feel the thrill of the city. It could also probably make you come across the atmosphere of Tilburg as you are able to see its streets, shops, centrum and some typical things from it. Enjoy
PS : thanks to the videographer Import.flv (9.3 MB)

|  | these are the days when the weather has been quite nice and definitely enjoyable, these are the days when I leave my jacket behind and wander freely with my short sleeve T-shirt, my sandals and my short as well It's surprising to see the sun shines brightly from 6 in the morning for the whole day till around 10 pm It's fun to see the nature seems like showing its broadest smile to welcome each new day I'm also stunned to see the beauty of the forest behind my campus, it has not been explored before, Looking at those nature's beauties along with its creatures has indeed been able to calm a storm inside one's mind, and i'm the obvious instance at last, Thank God for the nice weather |

Yes. I love this bright sunny day in the Netherlands since for the last few days, Dutch weather has been truly enjoyable though the temperature is still around 10 degrees Celsius. It already feels like summer. Last week’s weather was horrible though due to strong wind and rain. Now it makes smile and enjoy the nice bright blue sky with some doves and even some seagulls (from the canals) flying near my window. It reminds me that winter is almost over and the coming spring break is supposed to be more enjoyable due to nice Dutchy weather. Too bad, some Indonesian friends of mine complained about the gloomy day in Jakarta. It was downpour accompanied with wind blowing fast in the downtown and seemingly everyone is really concerned about the possible inundation in the city (again). Anyway, I wish I could share this beautiful weather of mine, sadly it’s only through this story and photos. 

|  | Expression is interesting, I accidentally could take some photos of my neighbour's daughter when she was playing. Another photo is the old neighbour when some old men sat together in the nearby forest. However, my favourite is the kid's expression. |
Link: http://www.garudatv.nlSinetron Indonesia di teve kabel belanda? Bajaj Bajuri? bahkan acara budaya Mozaik Metro TV hingga diving travel di Indonesia Rasanya seru dan tidak terbayang, kemarin saat pertama kali melihatnya, saya langsung tersenyum lebar melihat sinetron jadul (kebetulan saya tidak suka sinetron kecuali bajuri dkk) "Mencintaimu" dengan Jeremy Thomas dan KD sebagai bintang utama.Garuda TV juga punya sinetron lainnya termasuk Bajuri, 1 kakak 7 ponakan dll
Mulut saya (dan mulut teman-teman yang lain) langsung ternganga melihat liputan makanan Indonesia di program feature, meski cuma meliput bakso!! Maklumlah ini Belanda, untung saja tidak ada tayangan empek-empek, yang sedang saya rindu karena kabarnya harganya bisa 9 euro di pasar malam, hiiiiks
Disaat musim dingin, melihat tayangan wisata menyelam di Indonesia, rasanya seperti pergi ke surga tropis, Maklum juga, sekarang musim dingin. Sekedar info, saat musim dingin, hari baru terang sekitar pukul 8 pagi dan pukul 5 sore, hari sudah benar-benar gelap. Bulan Januari malah gelap akan bertambah lama dari bulan Desember Jadi matahari sungguh dicari-cari. Kalau dingin jangan ditanya, cuaca sudah pernah mencapai -1 derajat
Sayang tayangan ini sepertinya tidak ada disemua operator teve kabel di Belanda. Tapi sepertinya acara favorit saya cuma tayangan jalan-jalan dan makanan (yang mengingatkan tayangan Bapak Maknyus di Indo) Silakan melongok situs Garuda TV untuk detail, google translate bisa dipakai untuk menerjemahkan bahasa Belanda ke Inggris.

|  | Eventually I managed to take some photos of Tilburg, these photos might be some kind of documentary photos to let you see some unique object here in this city The markets shown here are open market, since it's held only on certain days.For train, there're two train stations here, Tilburg and Tilburg West,that's close to my housing. Hopefully the next album would portray other things of my new habitat in Netherlands |
| |